VARIETY
SHOW
ONESHOOT
This
Is Chanbaek Story
Main cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Genre: Romance, Drama
Rated: T
Disclaimer: Para tokoh hanya aku pinjam nama saja, keseluruhan
karya ini milik aku. NO BASH NO COPYPASTE!
.
.
.
BAEKHYUN POV
Han
River.
Tempat yang terbilang
sayang untuk dilewatkan di hari senin yang cerah. Dari tempatku berdiri, nampak
sungai Han yang terbentang luas, serta tampak jembatan panjang di salah satu
sisinya. Jalanan dan bangunan tersusun rapih dan bersih sehingga memanjakan
mata siapa saja yang melihatnya.
Cut.
Semua orang telah
bersiap-siap dan terlihat merapihkan barang-barang. Semua kamera sudah
dinonaktifkan. Kabel-kabel yang tadi terpasang telah dilepas. Acara sudah
ditutup beberapa menit yang lalu.
Selalu seperti ini setiap
kali syuting telah selesai. Karena tidak mau menunggu terlalu lama, aku
terlebih dahulu meminta ijin untuk lekas pergi dari tempat ini, tepatnya
dibawah jembatan yang sangat terang dan angin banyak bertiup. Disanalah tempat
syuting kami berakhir.
“Kau sudah ingin pergi?
Kami akan mengadakan makan bersama setelah ini.” Suara tapak kaki terdengar sedikit mengejar
setelahnya berhenti tepat di samping mobil yang hendak kututup. Lengan dibawah
pundaknya yang kekar dan berotot berkulit tan itu menahan pintunya.
“Jongin oppa! Kau mengagetkanku….”
Bukannya meminta maaf,
Jongin oppa malah menjitak kepalaku lumayan keras. “Gadis sialan! Kenapa kau
sudah mau pergi? Kau selalu menolak jika kita sesama member ingin pergi makan
bersama. Wae wae wae?”
Aku mengelus dahiku yang
memerah itu. Jongin atau biasa dikenal dengan nama panggung Kai itu bertolak
belakang sekali jika di depan dan di belakang kamera. Di depan kamera dia boleh
saja ditakuti oleh banyak orang karena otot lengannya yang kekar. Dia banyak
berlatih di masa kecilnya, otot-otot itu adalah sisa-sisa dari kemampuan
berkelahinya. Berbeda dengan Jongin oppa yang
berada didepanku sekarang. Dia adalah orang yang hangat dan sudah beberapa kali
banyak membantuku.
Aku ingin sekali pergi
makan bersama-sama. Tapi…..
“Mianhe oppa… Aku ingin sekali pergi tetapi aku
sangat lelah saat ini. Kemarin syuting dramaku baru saja berakhir dan aku sudah
harus dijadwalkan dengan syuting vaerity show hari ini.”
“Aigoooo…Kasihan sekali
gadisku ini. Baiklah kau harus banyak beristirahat. Aku khawatir dengan tubuh
kurusmu itu. Kau telah banyak kehilangan berat badanmu kan?”
“YAK! Aku bukan gadismu! Aku
diet karena itu tuntutan pekerjaanku oppa,
untuk drama baruku. Kau harus menontonnya!!”
“Aku tidak tertarik.
Tetapi jika ada adegan ranjang, boleh juga… Sudah-sudah!! Kau harus
beristirahat. Oke?” Dia tersenyum genit kepadaku. Benar-benar berbanding
terbalik dengan seorang Kai yang dikenal para fans jika di depan kamera.
“Aishhh! Yeh yeh arasseo.
Annyonghi geseyo, oppa. To mannayo.” Dia melambaikan tangan saat aku menutup
pintu mobil. Dia tetap berdiri disana sampai mobil fan ku bergerak menjauhinya.
Langit biru diatas sana
berbeda dengan waktunya. Kini sudah nampak semakin kelabu, padahal beberapa
waktu yang lalu cerah. Sang surya sudah tak terlihat batang hidungnya. Awan
mendung memberi pertanda dengan menutupi lingkaran penerang, cahaya yang
tertutup menyeruak sehingga timbul pantulan cahaya di atas awan. Sangat indah
jika dilihat dari bawah, seolah melihat lukisan di langit. Petang akan datang
tak lama lagi, dan setitik air turun perlahan.
Aku menghela napas pasrah.
Kini tubuhku dapat bersandar di bangku mobil yang baru beberapa menit yang lalu
berjalan.
Seperti biasa, aku
mengharapkan pengeditan video hari ini dapat sesuai dengan keinginanku,
bertolak belakang dengan kehidupan sebenarnya. Lagi pula semua orang yang
berada di depan kamera belum tentu sama dengan sifat aslinya bukan? Sudah lewat
empat tahun lebih dan sejauh ini aku masih dapat bertahan. Tentu saja diselingi
bantuan dari Joongki oppa di balik layar. Dia dapat mengeditnya dengan baik.
Aku membiarkan mataku
tertutup, ingin cepat terlelap.
.
.
.
“Eoh? Baekhyun tidak ikut
lagi?” Kris bertanya saat mereka memasuki mobil. Jongin tidak membawa mobilnya
hari ini, jadi dia ikut dengan Kris. Sedangkan sisanya mengikuti mobil Suho.
“Tidak, hyung. Kau tahu
sendiri Baekhyun baru merampungkan dramanya. Dan dia memang terlihat kurang
sehat. Aigo, dia semakin kurus saja.” Ucap Jongin sambil mengendarai mobil
dengan tenang.
“Ah begitu ya? Dia memang
baru selesai syuting kemarin. Dan hari ini dia langsung mengikuti syuting tanpa
bisa bersantai.”
Andai saja Jongin tahu
selain Baekhyun lelah, juga ada alasan mengapa dia selalu menolak makan
bersama.
.
.
.
“Yoboseyo?”
“Yoboseyo. Joongki
oppa!!!” Aku meneleponnya ketika sampai di apartemenku. Aku adalah tipe gadis
yang cepat terlelap saat mataku terpejam dan sulit tidur jika mataku terbuka.
Kurasa 1 jam selama perjalanan dan terlelap cukup membuatku segar. Jangan
tertawa, hanya saja tubuhku bak orang yang professional.
“Yak!! Baekhyun-ah? Sudah sangat lama sekali kau tidak
meneleponku. Ottokhe jineseyo?”
“Mianhe, oppa. Cal cineyo,
syukurlah. Kau bagaimana? Jangan bilang kau masih bekerja selarut ini?” Suara
mesin ketik sesekali terdengar dibarengi oleh suara bising yang samar-samar
terdengar dalam pembicaraan kami. Mungkin aku benar, dia berada di dalam ruang
pengeditan saat ini.
“Aku baik-baik saja.
Darimana kau tahu aku masih bekerja?”
“Fellings?”
“Aigoooo. Aku cukup
mengerti untuk apa kau meneleponku, Baekhyun-ah.” Ada hening dalam beberapa detik. “Aku mengerti. Seperti yang
sudah kulihat sebelum-sebelumnya, menurutku kau bisa mengatasinya. Anggap saja
kau sedang bermain drama di dalam acara, jadi semuanya akan baik-baik saja.
Bukankah seperti itu?”
Jongki oppa telah mengerti
diriku. Itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Kami bertemu saat episode pertama
acara vaerity show. Dia adalah pria dalam segudang prestasi. Siapa yang tak
mengenali mantan artis yang bermain dalam drama ‘Descendant of The Sun ‘ itu. Tapi sayang, dia
tak lagi tertarik untuk meneruskan bakatnya dalam bermain drama. Dia ingin
menghabiskan waktunya di balik layar, salah satu ketertarikannya selain bermain
drama.
“Aku telah berusaha keras
untuk itu oppa.”
“Ne, arasseo. Kau sudah
berusaha keras. Tapi bagaimana bisa kau melewati semua ini, Baek? Kau dan
Chan…..”
Belum sempat Jongki oppa
melanjutkan pembicaraan, aku langsung memotongnya. “Oppa, aku sangat lelah dan
ingin tidur sekarang. Sudah sangat larut. Selamat mengedit videonya ya oppa.
Sugo haseyo, oppa.” Aku langsung menutup teleponnya sebelum dia menjawab.
Ketika kami berbicara dia selalu bertanya dan aku tidak mau mengambil resiko
untuk membahasnya.
.
.
.
Running
Man.
Begitulah mereka menyebut
acara variety show kami. Acara yang mendapatkan rating tertinggi dari dari
variety show lainnya selama 3 tahun berturut-turut.
Dari sekian banyak drama,
film, dan variety show, running man adalah syuting yang paling kubenci. Bukan
karena para member, bukan juga karena permainan konyol yang kulakoni sejak
umurku 23 tahun itu. Melainkan ada seseorang yang amat kubenci.
Butuh beberapa hari
bagiku, bahkan melewati episode awal dari acara ini untuk menandatangani
kontrak. Disinilah aku sekarang. Di episode spesial yang ke-300 dari awal aku
ada di episode 5.
Dari sekian banyak syuting
yang diambil dari acara adalah benar-benar murni menjalankan misi. Kami tidak
tahu apa yang akan terjadi selama syuting berlangsung. Secara keseluruhan
adalah spontanitas. Aku selalu merasakan jantungku yang hampir lepas selama
syuting berlangsung. Bahkan setelah 4 tahun berlalu.
Dulu, saat Jongki oppa
masih berada bersama member kupikir aku dapat melewatinya dengan mudah. Tetapi
sekarang aku harus berjuang sendiri.
Aku tak tahu darimana
julukan kami berasal. Fans itu terlalu buta untuk mengartikan tatapan kami.
Mereka menyebutnya Monday Couple. Mungkin, karena syuting
yang kami adakan selalu di hari senin. Entahlah. Yang pasti, aku sudah terlalu
muak untuk membahasnya. Dan, aku adalah satu-satunya gadis diantara para
lelaki.
Kuatur napasku sedemikian
rupa. Kau pasti bisa melewatinya baekhyun. Fighting!
.
.
.
Yang kutakuti datang juga.
Tadi, manajerku berkata bahwa episode kali ini adalah race couple, special
episode karena kali ini adalah episode ke 300. Dan kami baru saja selesai
berkumpul bagi para wanita yang menjadi bintang tamu. Semua bintang tamu adalah
terbaik di bidang akting. Walaupun ada beberapa yang menjadi penyanyi. Aku tak
tahu apakah aku harus bersyukur atau mengutuk? Kabar baiknya adalah Kyungsoo,
sahabatku berada di dekatku. Dia akan menjadi pasangan Jongin oppa. Beruntung
sekali dia. Dan kau tahu apa kabar buruknya? Aku dipasangkan dengannya. Ya
Tuhan. Ini tidak adil! Seharusnya dia adalah salah satu orang yang ingin
kuhindari. Setidaknya saat ini.
“Baek, tenanglah. Semua
akan baik-baik saja. Aku akan membantumu jika situasinya tidak menyenangkan.”
Kami berada di tempat
seperti backstage. Dipanggung sana para lelaki sudah membuka acara dan menunggu
kami muncul. Kau tahu? Ini agar terlihat mendramatisir. Kami diberitahu konsep
pakaian yang akan kami pakai. Dan aku terbelalak kaget saat mengetahuinya. What
the hell!!!!!! Itu adalah konsep pernikahan. Itu artinya aku akan memakai gaun.
Heol!
“Tidakkah ini terlalu
berlebihan, Kyung? Aku benci ini, demi Tuhan.”
Kami sudah berpakaian dan
siap untuk syuting. Dan, Kyungsoo terlihat sangat cantik. Berbeda sekali
denganku.
Kyungsoo menenangkanku dan
menuntunku kearah enam buah tabung yang bersisian. Kami akan masuk kesalah satu
tabung dan hanya menunggu nama kami dipanggil oleh Suho oppa.
Dan, aku berpisah dengan
Kyungsoo yang memasuki tabung disebelahku. Aku berada di tabung paling ujung.
Dan itu artinya namaku diucapkan paling akhir. Aku harus bersikap sewajarnya.
Aku akan berpura-pura bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi diantara kami.
Syuting sudah dimulai
sejak tadi. Dan Suho oppa memanggil nama kami satu persatu. Mungkin mereka
sudah bisa menebak jika hanya Chanyeol yang tersisa. Aishhh. Menyebalkan.
“Siapakah yang menjadi
pasanganku? Aku menunggumu, yeobo…” Itu suara Suho oppa. Yeobo? Astaga,
memalukan! Aku tidak segan-segan membunuh orang yang membuat ide yang sangat
sinetron ini.
Suasana hening. Dan sesaat
atmosfer di panggung terdengar riuh. “Yixing-ah!! Yixing-ah!! Astaga,
Jantungku.” Suara-suara bersahutan. Aku terkekeh pelan. Mereka selalu seperti
itu jika ada bintang tamu wanita. Seolah-olah itu adalah hiburan bagi mereka.
Yixing eonni akan menjadi pasangan Suho oppa. Dan, kurasa mereka akan cocok.
Satu-persatu mereka
memanggil pasangan mereka. Cara mereka memanggil akan sama seperti panggilan
yang tadi disebutkan Suho oppa. Dan Suho oppa yang terbiasa menjadi MC akan
berkomentar sebentar untuk sekedar berbasa-basi. Minseok eonni yang menjadi
pasangan Chen oppa. Luhannie yang menjadi pasangan Sehun oppa. Tao menjadi
pasangan Kris. Dan tiba saatnya setelah Kyungsoo keluar. Tanganku semakin
berkeringat dingin.
“Byun Baekhyun, nawa!!!!”
Seketika panggung tergelak dan tawa dari berbagai pihak terdengar. Pintu tabung
yang kupijak terbuka. Dan aku berpura-pura memutar bola mataku karena mereka
langsung dapat menebaknya.
“Aigoooo, Monday
couple!!!!” Mereka yang berada disana mengejek Chanyeol. Mereka menganggap
Chanyeol kurang beruntung karena berpasangan denganku, yang notabenenya adalah
satu rekan kerja. Itu artinya, tidak ada hiburan. Maksud mereka adalah, bosan.
Tapi itu hanyalah akting. Ingat?
Aku tertawa heboh dan
mengenggam tangan Chanyeol yang menyambutku saat aku sudah berada di ujung red
carpet. Seketika bayangan masa lalu bermunculan diotakku karena merasa déjà vu
terhadap apa yang kurasakan pada genggaman tangannya. Dan sekelebat rasa rindu
berdesir di salah satu relung di dalam hatiku.
Tidak! Tidak! Apa yang
sudah kupikirkan?
Aku bersyukur aku berdiri
diantara Chanyeol dan Kyungsoo, setidaknya aku akan menanggapi Kyungsoo saja bila
perlu.
“Baekhyun-ssi, kudengar
kau sangat dekat dengan Kyungsoo. Kalian di tahun yang sama? Apakah benar?”
Suho oppa menanyakan itu untuk sekedar berbasa-basi.
“Yee, oppa. Kami sudah
lama bersahabat sejak kami memasuki senior high school. Dan aku sangat senang
sekali dia ada disini sekarang.” Aku memeluk Kyungsoo dengan protektif.
“Yak! Dia pasanganku, kau
peluk Chanyeol saja sana.” Jongin oppa memasang wajah sangar yang dibuat-buat
dan langsung mengambil alih pelukan Kyungsoo. Kyungsoo hanya tertawa imut.
Aku sendiri bedecih.
“Ya, Kai! Bagaimana bisa
kau cemburu terhadap dua orang yang sudah lama bersahabat?” Sehun oppa
menimpali.
“Setidaknya, dia milikku
walaupun cuma satu hari saja.” Jongin oppa tersenyum malu-malu. Dan aku
bersumpah itu tidak pantas sama sekali. Yang lain hanya tertawa.
Setidaknya aku bersyukur
semuanya teralihkan dariku dan Chanyeol tanpa tahu apa yang akan terjadi
kedepannya.
.
.
.
CHANYEOL POV
4 tahun sudah dia
mengabaikanku.
Dia hanya akan
berinteraksi denganku jika berada di waktu syuting. Setelahnya semuanya tidak
ada artinya.
Setidaknya jika syuting
bisa merubah sikapmu padaku, aku akan terus meminta untuk selalu mengatur
hidupku dalam keadaan syuting. Dimana kau tidak mengabaikanku.
Aku tahu semua salahku dan
dia benar-benar tidak membuka kesempatan.
Kami berada di ambang
batas dalam kesalahpahaman dan dia sama sekali tidak memberikan diriku untuk
sekedar menjelaskan.
Segment terakhir pada
episode ini menurutku sangat tidak masuk akal. Kami harus memasuki gedung
sekolah tua yang sudah kosong untuk mencari name tag kami masing-masing. Aku
sudah tidak lagi berpasangan dengan Baekhyun karena tiba-tiba saja di segment
kedua bintang tamu bertambah dan kelompok dibagi menjadi 7 dengan 3 anggota.
BTS, boyband yang sedang naik daun itu menjadi bintang tamu spesial selain ke-6
wanita di segment awal. Dan sialnya salah satunya adalah mantan kekasih
Baekhyun. Dan aku semakin dibuat kesal karena Baekhyun, Taehyun dan Jungkook
menjadi satu kelompok.
Aku tidak tahu apakah si
Taehyun, mantan kekasih Baekhyun itu masih sering berhubungan dengan Baekhyun
atau tidak. Aku tidak dapat menebak bagaimana ekspresi Baekhyun ketika tahu
bahwa mantan kekasihnya datang. Karena sialan sekali dia adalah aktris terbaik
yang pernah ada.
Yang aku khawatirkan adalah
Baekhyun masuk kedalam tanpaku. Sehingga aku tidak bisa menjaganya. Dan,
sialnya mereka akan masuk sendiri tanpa kemeramen.
Sialan. Demi apapun dia
tidak bisa masuk kesana. Salah satu fakta yang membuatku cemas, tepatnya ketika
saat itu aku mengerjainya di rumah hantu.
FLASHBACK~
Saat
itu hari sudah mulai petang dan kami sedang berada di taman hiburan, kencan
kesekian kami. Tidak banyak pengunjung karena ini bukan akhir pekan. Aku yang
memiliki tingkat kejahilan yang akut mengajaknya untuk memasuki rumah hantu.
Awalnya dia menolak dan aku semakin memaksanya. Kupikir akan seru sekaligus
memiliki kesempatan karena dia akan dapat memelukku dengan leluasa.
Kami
mulai memasuki arena tersebut dan berjalan perlahan. Suasana sepi, mungkin
hanya kami yang memasukinya mengingat ini bukan akhir pekan. Aku sengaja
menjaga jarak didepannya dan sedikit meninggalkannya dibelakang. Jeritan
pertama terdengar dan dia berlari menyusulku. Aku yang tahu dia berlari ikut
berlari dan tahu-tahu saja aku sudah diluar dan meninggalkan Baekhyun didalam.
Jeritan-jeritan tersebut tidak terdengar sampai keluar karena mungkin arena itu
kedap suara biar lebih menyeramkan.
Sudah
30 menit aku berada di luar dan Baekhyun belum juga keluar. Itu membuatku
cemas. Tak mungkin kan Baekhyun tersesat? Karena jalannya sudah jelas dan tak
akan bisa tersesat. Diam-diam aku masuk kembali dari pintu keluar, mengernyit
karena tidak menemukan Baekhyun. Semakin jauh aku berjalan, dan suasana sepi.
Seketika bulu kudukku meremang. Samar-samar aku mendengar suara isakan yang
semakin dekat.
Aku
terbelalak karena melihat Baekhyun menangis kencang.
“Baek?
Baekhyun?” Aku ikut berjongkok dan menuntunnya untuk berdiri. Saat matanya
bersibobok denganku dia langsung menerjang dan memelukku dengan erat membuat
tangisannya semakin kencang.
“Maafkan
aku.. Maaf Baekhyun Maaf.” Beribu maaf kulontarkan dan mengelus kepalanya untuk
menenangkannya. Demi Tuhan aku menyesal dan tidak tahu efeknya akan seperti
ini. Seharusnya aku tidak meninggalkannya.
Beberapa
saat tangisnya mereda. Sesegukannya masih tersisa. Dia mendongak dengan bibir
pucat dan mata yang bengkak.
“Astaga,
Baek. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak kalau kau…”
Baekhyun
membungkam bibirku dengan jari lentiknya. Kemudian menggeleng. “Tidak apa-apa,
Chanyeolie. Aku hanya shock. Maafkan aku ya?”
“Tidak-tidak.
Seharusnya aku yang minta maaf. Demi Tuhan Baek, kau membuatku khawatir.
Seharusnya aku tidak meninggalkanmu tadi.”
Segukannya
sudah hilang. Aku mengambil sapu tangan dari sakuku untuk membersihkan wajahnya
yang kacau.”
“Setidaknya
kita harus pulang karena diluar sudah gelap. Kita memakan banyak waktu disini.”
Dia
mengangguk dan hanya mengikutiku.
“Chanyeollo,
kau mau tahu kenapa aku menangis? Aku akan menceritakannya padamu, walaupun ini
agak sedikit….” Dia bersuara saat aku sedang fokus menyetir.
“Sttt…
Tidak apa-apa, sayang. Ceritakan padaku.”
“Aku
tahu ini tidak masuk akal. Chanyeolie, kau percaya padaku kan?”
“Tentu
saja. Ceritakan saja, Baek.”
“Aku
bisa melihat hantu…”
CKIITTT…
Aku mengerem mendadak dan langsung menepi. Untung saja mobil dibelakang masih
jauh jaraknya.
“Apa?!
Hantu?”
“Ya,
Chanyeollo. Aku memang tidak bisa membedakan mana yang benar-benar hantu dan
hanya hantu bohongan. Tetapi mereka berbeda dan aku menyadarinya. Mereka yang
membuatku shock apalagi tidak ada kau disampingku. Mereka benar-benar seram.”
“Astaga,
Baekhyun. Kenapa kau tidak menceritakannya padaku? Setidaknya itu bisa
menghindari kita untuk masuk kesana.”
“Maafkan
aku, Chanyello. Aku hanya belum yakin. Aku takut aku hanya berbual.” Dia
mencicit ketakutan melihat mataku memerah karena marah.
Aku
menghela napas.
“Kemari..”
Aku membuka kedua tanganku. Meminta agar dia memelukku.
Dia
menghambur kepelukkanku.
“Maafkan
aku karena berusaha menjahilimu, Baekhyun…”
“Tidak
apa-apa, Chanyeolie. Mau tahu rahasia yang lain?”
Baekhyun
melepaskan pelukan kami. Aku diam dan menunggu ucapannya. “Hantu itu tidak akan
muncul saat aku menyentuhmu.”
“Bagaimana
bisa seperti itu?”
“Aku
tidak tahu… Hanya saja aku menyadari beberapa waktu yang lalu. Kau ingat saat
aku tiba-tiba memelukmu saat kita menghadiri pemakaman bibi Jung? Saat itu aku
melihat hantu di sebelahmu dan refleks memelukmu. Saat aku membuka mataku dia
sudah pergi.”
“Benarkah?
Berarti tubuhku ini mahal……”
“Yak!”
FLASHBACK
END
.
.
.
Tiba saatnya kelompok
Baekhyun yang memasuki gedung. Mereka adalah kelompok terakhir yang memasuki
gedung. Kami tetap menunggu dan menonton mereka dari monitor yang telah
disediakan. Bibirnya pucat sekali.
“Baekhyun apakah kau
baik-baik saja?” Jongin berbisik dan aku masih dapat membaca gerakan mulutnya.
Aku bisa melihat Baekhyun
menjawab bahwa dia baik-baik saja.
Mereka mulai berjalan
menjauh.
“Semoga Baekhyun baik-baik
saja.” Aku mendengar Kyungsoo berucap. Dan aku menoleh kearahnya. Dia sudah
jelas khawatir. Aku tahu bahwa Kyungsoo pun mengetahuinya.
“Dia akan baik-baik saja,
Kyungsoo.”
Beberapa menit kami
menunggu saling berbincang dengan semua pertanyaan-pertanyaan Suho dan kami
dikejutkan oleh kedatangan Jongkook dan Taehyung. “Kalian kembali tanpa Baekhyun?”
Aku seketika berdiri dengan wajah panik.
Taehyung dan Jongkook
beringsut. “Yah.. eumm. Kami menemukan name tag kami terlebih dahulu.”
Sialan!
Apa yang dipikirkan bedabah ini?
“Seharusnya kalian tidak
meninggalkannya dan membantunya mencari name tag!” Semua keadaan yang tadi
ramai menjadi sunyi mendengar teriakanku. Aku tidak sadar bahwa aku teriak. Dan
aku tidak peduli.
“Baekhyun tidak tertangkap
dimonitor.” Kyungsoo berucap. Aku langsung menoleh padanya dan melihat monitor
juga.
Double
sialan!
Tanpa berpikir panjang aku
segara menyusul Baekhyun. Memasuki gedung. Mereka mungkin dibuat bingung kenapa
aku marah. Itu wajar karena mereka tidak tahu apapun.
“Baekhyun?!” Aku berteriak
memanggil namanya. Berulang kali.
Aku merasa bagian dari masa
lalu terulang kembali. Aku yang mencari Baekhyun di rumah hantu. Gedung ini tak
ada bedanya dengan rumah hantu saat itu.
“Baekhyun!!!!”
Suara tapak kaki yang
berantakan dibelakangku membuatku harus menoleh. Dengan was-was tetapi pasti
aku berbalik. Dan langsung merasakan terjangan seseorang yang terisak,
memelukku. Dengan erat.
“Baekhyun? Astaga! Apa
yang terjadi?” Aku membalas pelukannya. Otot-otot Baekhyun menegang. Perasaan
bersalah melingkupiku. Kalau begini jadinya aku akan bersikeras bahwa aku akan
menemukan name tagnya juga sehingga dia tidak perlu masuk.
Keadaan yang gelap tidak
bisa membuatku melihatnya. Tetapi aku yakin bahwa dia benar-benar berantakan.
“Stttt… It’s okay,
Baekhyun. Ini aku.” Dia semakin mengeratkan genggamannya pada pinggangku.
“Chanyeol?” Ada keraguan
dalam pertanyaannya.
Kedua bibirku tersemat
senyuman. “Ya, Baek. Ini aku.” Dia sudah lebih tenang dan tangisannya mulai
mereda.
“Mereka mengejarku,
Chanyeolie. Itu mengerikaannn!” Panggilan ‘Chanyeolie’ yang diucapkannya
membuat hatiku tergerak untuk menjauhkan
wajahnya dan memegang kedua sisi wajahnya.
“Apa kau baik-baik saja?”
Dia mengangguk. “Hhhh,
syukurlah.” Kening kami menyatu. Sebuah perasaan yang tak biasa menggetarkan
hatiku. Dan aku merindukan getaran itu.
“Apakah itu masih bekerja?”
Aku memandang matanya yang
hitam kelam. Dia memandang bingung dan bertanya-tanya maksud pertanyaanku.
Pantulan bulan dari luar setidaknya membuat kami samar-samar dapat melihat satu
sama lain.
“Saat kau menyentuhku.
Apakah itu masih bekerja?”
Saat
kau menyentuhku, apakah hantu itu pergi?
Matanya mengerjap dan
dalam sekejap membelakkan matanya. “K..Kau masih ingat?”
Bagaimana bisa aku lupa?
Apakah dia sama sekali tidak mengerti?
Aku melepaskan pelukannya.
Tetapi masih menangkup wajahnya dan kami saling menatap. “Baek, dengar. Sejak
aku pergi aku sama sekali tidak melupakanmu. Perasaanku padamu masih sama dan
tak berubah.”
Dia menyekal kedua
tanganku. Menjauh. “Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu, Chanyeol? Kau
sudah menikah kan? Dengan perempuan itu?”
Aku kalut. Darimana dia
bisa berpikiran seperti itu?
“Astaga! Itu salah paham,
Baek. Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu? Semua tidak ada hubungannya
dengan perempuan sialan itu! Dia menjebakku!”
“Kakak perempuan itu
sendiri yang memberitahuku bahwa kalian bertunangan dan… dan kalian.. kalian
menikah.”
Jalang
sialan!
Aku memijat pelipisku dan
mengacak rambutku. “Tidak! Itu tidak benar. Sudah beberapa kali aku berusaha
untuk menjelaskan semuanya padamu dan kau bahkan tidak mau melihatku! Ini salah
paham dan kau…. Argghhhhh!”
“4 tahun, Baek! 4 tahun
kau mengabaikanku! Kau bayangkan bagaimana perasaanku selama ini dan aku masih
berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Kami berteriak dan dia
menangis lagi. Dia memeluk dirinya sendiri. Ini sudah larut malam dan kami
berdiri disini. Di tempat gelap, di gedung tua dingin yang sudah tidak
terpakai. Aku membuka jaketku yang membungkus kemejaku. Dan berjalan
mendekatinya.
Aku memakaikannya jaketku.
Dia hanya diam.
“Ini salah paham. Saat itu
aku dijebak oleh perempuan sialan itu. Dia bersekongkol dengan kakak
perempuannya dan kau sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya. Semuanya tidak
seperti yang kau pikirkan, Baek. Kau seharusnya tidak menyimpulkannya dalam
sudut pandangmu sendiri. Makanya aku kembali ke Korea dan aku beruntung karena
satu acara dengan acara yang kau ikuti juga. Dengan begitu aku bisa
mengontrolmu dan memandangmu walaupun kau sama sekali tidak peduli padaku.”
“Chanyeol….. Maafkan aku.
Aku benar-benar…. Buntu.” Masih terdengar isakan.
“Tidak. Tidak apa-apa. Dan
aku benar-benar akan menghajar mantan brengsekmu itu karena sudah meninggalkanmu
disini.”
“Taehyun?”
“Jangan sebut namanya,
please.”
Dia tertawa. “Apa? Kenapa
kau tertawa?”
Dia semakin terbahak.
“Gadis sialan! Kenapa kau mentertawakanku? Hei! Jangan lari! Kemari kau!”
Dia berlari. Dan aku
dengan mudah menangkapnya dari belakang. Dia terkejut saat aku membalik
tubuhnya dan langsung membungkam bibir merah mudanya yang selama ini
mengangguku. Aku melumat pelan bibir bawahnya. Sesekali menyesapi bagaimana
rasa dari bibir Baekhyun. Salah satu sudut hatiku berteriak karena dia mulai
membalas ciumanku. Kami bergantian melumat salah satu bibir kami. aku melumat
bibir bawah Baekhyun dan dia melumat bibir atasku. Begitu terus sampai pasokan oksigen
menipis diantara kami. Aku menyatukan kening kami. “Aku merindukanmu, Baek.”
Aku menyesal karena tidak
melihat pipi Baekhyun yang merona hebat. Tapi kupikir tidak ada artinya selama
dia ada di depanku. “Kau tahu saat fans kita menamakan kita monday couple?
Kupikir mereka benar-benar akan senang jika mengetahui hubungan kita saat
syuting selesai….. OH ASTAGA!”
“Apa? Kenapa?”
“Baekhyun, kita masih di
dalam syuting!!!”
“APA?!”
.
.
.
Netizen
dihebohkan oleh variety show yang menampilkan drama di dalam acara. Mereka
disuguhkan cuplikan romantis bagaimana kedua idola mereka yang mereka namakan
‘Monday couple’ itu benar-benar nyata. Hal itu menjadikan rating dalam acara
tersebut meningkat. Apalagi mereka disuguhkan kiss scenes yang membuktikan
bahwa kedua idola mereka itu benar-benar telah memiliki hubungan.
Dan
berita itu benar-benar panas sampai menjadi perbincangan yang heboh sampai dua
minggu kedepan.
.
.
.
THE
END
.
.
.
ONESHOT karya aku ini
sudah pernah dipublikasikan di fanfiction.net dengan penname manyeolbaek.
Untuk cerita-cerita
Chanbaek-ku yang lainnya bisa di lihat di:
Silahkan mampir^^
AmandaHanifah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar