Laman

Senin, 29 Oktober 2018

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


Contoh Kasus Sistem Informasi Psikologi
Penggunaan sistem informasi dalam psikologi sudah mulai dikembangkan dengan baik. Banyak hal yang dapat mengaitkan ilmu psikologi dengan sistem informasi. Dari beberapa contoh situasi yang sudah saya alami sendiri adalah bagaimana penggunaan laboratorium Psikologi Gunadarma dimana sebuah pemeriksaan di dalamnya sudah menggunakan prinsip ilmu komputer. Beberapa alat tes saat ini memanfaatkan sebuah sistem informasi dengan baik seperti skoring papikostik yang dapat dilakukan melalui komputer. Tes ini banyak digunakan oleh perusahaan dalam melihat ketekunan seseorang dalam sebuah pekerjaan tertentu. Hal ini memudahkan psikolog dalam menginterpretasikan hasil pemeriksaan psikologis dalam bentuk grafik.
Selain itu, beberapa pemeriksaan psikologis yang pada saat ini dapat diakses dengan mudah secara online. Seperti tes psikotes, test yang banyak dilakukan dalam tahap awal penerimaan siswa atau untuk para pelamar kerja. Sehingga banyak orang yang mencari tes psikotes tersebut di internet untuk latihan sebelum pemeriksaan psikologis itu berlangsung. Bahkan test-test lainnya bebentuk aplikasi dapat dengan mudah diakses dan dapat diunduh dengan gratis melalui google play. Dengan mengikuti beberapa test psikologi sederhana, disana kita diminta untuk mengisi beberapa soal dengan pilihan ganda sebagai jawabannya. Dengan mengisi pilihan ganda yang tersedia dan menjadikan jawaban paling dominan sebagai tolak ukur hasil test, keluarlah hasil test tersebut.

Analisis Kasus Sistem Informasi Psikologi
Banyak sekali manfaat sistem informasi yang sangat besar bagi ilmu psikologi dalam pengolahan data, penyimpanan data, maupun skoring sebuah hasil pemeriksaan psikologi. Berbagai test lainnya sudah mulai memanfaatkan sistem informasi dengan baik. Selain membantu dalam skoring, sistem informasi juga memberi kemudahan bagi orang awam dalam mengenal alat test. Meskipun semua memudahkan psikolog, tetapi penskoringan hasil pemeriksaan psikologis jauh lebih baik diperiksa secara manual agar tidak salah dalam menginterpretasikan.
Selain itu, untuk mendapatkan alat test psikologi tidak mudah, butuh perjuangan yang sangat panjang dan untuk membeli alat test tersebut pun sangat mahal harganya.
Pada pemeriksaan psikologi yang dapat di unduh dengan mudah melalui google play, hasil test tidak terlalu valid dan tidak terlalu reabilitas serta orang-orang di media sosial yang menggunakan aplikasi test psikologi tersebut akan lebih mudah terpengaruh dan mempersepsikan bahwa dirinya seperti apa yang dikatakan pada hasil tes psikologi tersebut. Padahal bagi seorang psikolog, untuk memberitahu bahwa klien memiliki masalah, harus melewati berbagai test dan asesmen ataupun wawancara, sedangkan disini tes psikologi hanya dengan memilih pilihan ganda dan langsung terlihat hasil akhirnya. Tetapi hal tersebut merupakan salah satu contoh bahwa test psikologi tidak sekolot yang banyak orang bayangkan dan test psikologi mengikuti perkembangan zaman dengan turut menggunakan sistem informasi atau komputerisasi untuk mempermudah penggunaan alat testnya.


Sumber Kasus:
http://dahniarizky.blospot.-com/2013/11/sitem-informasi-psikologi.html?m=1
https://rizkafarhati.wordpress.com/2015/10/18/sistem-informasi-psikologi-tugas-1/