Contoh Kasus Sistem
Informasi Psikologi
Penggunaan
sistem informasi dalam psikologi sudah mulai dikembangkan dengan baik. Banyak hal
yang dapat mengaitkan ilmu psikologi dengan sistem informasi. Dari beberapa
contoh situasi yang sudah saya alami sendiri adalah bagaimana penggunaan laboratorium
Psikologi Gunadarma dimana sebuah pemeriksaan di dalamnya sudah menggunakan prinsip
ilmu komputer. Beberapa alat tes saat ini memanfaatkan sebuah sistem informasi
dengan baik seperti skoring papikostik yang dapat dilakukan melalui komputer. Tes
ini banyak digunakan oleh perusahaan dalam melihat ketekunan seseorang dalam
sebuah pekerjaan tertentu. Hal ini memudahkan psikolog dalam menginterpretasikan
hasil pemeriksaan psikologis dalam bentuk grafik.
Selain
itu, beberapa pemeriksaan psikologis yang pada saat ini dapat diakses dengan
mudah secara online. Seperti tes psikotes, test yang banyak dilakukan dalam
tahap awal penerimaan siswa atau untuk para pelamar kerja. Sehingga banyak orang
yang mencari tes psikotes tersebut di internet untuk latihan sebelum
pemeriksaan psikologis itu berlangsung. Bahkan test-test lainnya bebentuk
aplikasi dapat dengan mudah diakses dan dapat diunduh dengan gratis melalui google play. Dengan mengikuti beberapa
test psikologi sederhana, disana kita diminta untuk mengisi beberapa soal
dengan pilihan ganda sebagai jawabannya. Dengan mengisi pilihan ganda yang
tersedia dan menjadikan jawaban paling dominan sebagai tolak ukur hasil test, keluarlah
hasil test tersebut.
Analisis Kasus Sistem
Informasi Psikologi
Banyak
sekali manfaat sistem informasi yang sangat besar bagi ilmu psikologi dalam
pengolahan data, penyimpanan data, maupun skoring sebuah hasil pemeriksaan
psikologi. Berbagai test lainnya sudah mulai memanfaatkan sistem informasi
dengan baik. Selain membantu dalam skoring, sistem informasi juga memberi
kemudahan bagi orang awam dalam mengenal alat test. Meskipun semua memudahkan
psikolog, tetapi penskoringan hasil pemeriksaan psikologis jauh lebih baik diperiksa
secara manual agar tidak salah dalam menginterpretasikan.
Selain
itu, untuk mendapatkan alat test psikologi tidak mudah, butuh perjuangan yang
sangat panjang dan untuk membeli alat test tersebut pun sangat mahal harganya.
Pada
pemeriksaan psikologi yang dapat di unduh dengan mudah melalui google play, hasil test tidak terlalu valid
dan tidak terlalu reabilitas serta orang-orang di media sosial yang menggunakan
aplikasi test psikologi tersebut akan lebih mudah terpengaruh dan mempersepsikan
bahwa dirinya seperti apa yang dikatakan pada hasil tes psikologi tersebut. Padahal
bagi seorang psikolog, untuk memberitahu bahwa klien memiliki masalah, harus melewati
berbagai test dan asesmen ataupun wawancara, sedangkan disini tes psikologi
hanya dengan memilih pilihan ganda dan langsung terlihat hasil akhirnya. Tetapi
hal tersebut merupakan salah satu contoh bahwa test psikologi tidak sekolot
yang banyak orang bayangkan dan test psikologi mengikuti perkembangan zaman
dengan turut menggunakan sistem informasi atau komputerisasi untuk mempermudah
penggunaan alat testnya.
Sumber
Kasus:
http://dahniarizky.blospot.-com/2013/11/sitem-informasi-psikologi.html?m=1
https://rizkafarhati.wordpress.com/2015/10/18/sistem-informasi-psikologi-tugas-1/