Laman

Minggu, 11 Desember 2016

PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET



A. Psikoterapi
Dalam hal ini dibahas mengenai psikologi klinis dalam internet tetapi dalam bahasan psikoterapi. Psikoterapi adalah cara untuk menyembuhkan seseorang dalam menangani masalah dalam kehidupannya. Semakin berkembangnya jaman dan modernisasi, kini untuk psikoterapi bisa dilakukan lewat internet jadi pasien bisa melakukan terapi lewat internet.
Layanan terapi konseling dengan menggunakan internet mulai banyak di mana mana. Layanan ini dianggap lebih mudah dan lebih simpel dibandingkan harus bertemu langsung dengan terapis. Istilah dalam penggunaan teknologi dalam melakukan konseling terapi sering juga disebut sebagai telehealth. Telehealth tak hanya merujuk pada teknologi internet saja namun juga pada telepon, email, video, dan lain lain. Bahkan ada juga layanan konseling terapi yang dapat dilakukan hanya dengan menggunakan aplikasi pada gadget. Hal ini makin mempermudah kita mendapatkan layanan konseling terapi. Dengan adanya layanan konseling dengan basis internet diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehata psikologis. Dengan demikian layanan konseling berbasis internet ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendaptakan layanan konseling lebih mudah, dan juga lebih efisien dibandingkan harus bertemu dengan terapis secara langsung.
Dalam hal ini pihak terapis dan pasien tidak bertemu secara langsung atau bertatap muka secara langsung karena mereka bertemu via internet seperti skype dan E-mail.

Image
Semakin pesat perkembangan teknologi, semakin banyak pula orang yang menggunakannya dengan berbargai tujuan, selain untuk berbisnis, mencari teman, mencari informasi, saat ini internet juga digunakan untuk melakukan psikoterapi oleh para psikolog. Sebelum ada fenomena psikoterapi online ini, kita telah bisa menikmati psikotes online. tes-tes psikologi yang di lakukan secara virtual. dan semakin berkembang pesatnya teknologi, akhirnya para psikolog mencoba psikoterapi secara online.
Dalam dunia akademisi, kita melihat peningkatan minat bersama dengan penelitian di bidang psikoterapi online. Salah satu sumber yang menarik datang dari seorang psikolog bernama John Suler, Ph.D. Rider University. Dalam artikelnya tentang “Masa Depan Psikoterapi Online dan Kerja Klinis” diterbitkan dalam Journal of Applied Studi psikoanalitik pada tahun 2001, ia memprediksi akan adanaya spesialis psikoterapi online untuk setiap jenis model klinis online dan format.
Pembahasannya juga menawarkan model yang baik untuk memahami perkembangan konseling online untuk saat ini. Dr Suler dimulai dengan diskusi tentang psikoterapi online yang memanfaatkan email sebagai modus utama interaksi. Dia akhirnya membawa kita ke tahap berikutnya dalam pengembangan psikoterapi online, yang menggunakan model yang lebih sinkron (Suatu jenis komunikasi dua arah dengan hampir tidak ada penundaan waktu, yang memungkinkan peserta untuk merespon secara real time) seperti terapi chatting mana ada real time interaksi berbasis teks antara klien dan terapis. Akhirnya, ia berbicara tentang terapi saat ini online menggunakan format video berbasis sinkron dimana klien dan terapis bicara dan melihat satu sama lain secara real time melalui Internet.
Praktisi lebih banyak mengambil mode ini pelayanan serius meskipun beberapa keterbatasan yang ada. Jika kita melihat fenomena ini dari sudut pandang kesempatan kita melihat bahwa akan ada permintaan di luar batas wilayah bagi dokter yang merek sendiri secara efektif dan membangun tingkat kredibilitas tertentu di lapangan. Hal ini tidak sulit untuk membayangkan skenario individu yang menderita masalah psikologis tertentu dan / atau unik. Orang ini memilih untuk penelitian masalah yang dirasakan / gejala di Internet dan menemukan seorang ahli dalam subjek bahwa dia / dia memilih untuk mencari layanan dari terlepas dari lokasi profesional. Seorang praktisi yang telah dipasarkan sendiri / dirinya sendiri secara efektif dan telah memanfaatkan teknologi saat ini untuk menawarkan sesuatu yang berharga kepada orang lain di luar tradisional tatap muka psikoterapi akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar itu.
Selain aplikasi psikologi di jejaring sosial, ada juga aplikasi psikologi berbasis e-counseling. E-counseling adalah layanan tanya jawab psikologi melalui internet dalam sebuah situs atau web.
Psikologi klinis dalam arti sempit tugasnya ialah mempelajari orang-orang abnormal atau subnormal. Tugas utamanya adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit”. Sedangkan dalam cakupan secara luas, “psikologi klinis adalah bidang psikologi yang membahas dan mempelajari kesulitan-kesulitan serta rintangan-rintangan emosional pada manusia, tidak memandang apakah ia abnormal atau subnormal”. (Suprapti Slamet dan Sumarmo Markam. Pengantar Psikologi Klinis. 2008)
Psikoterapi merupakan terapi atau proses dalam upaya mengatasi atau menyembuhkan gangguan kejiwaan atau mental yang dialami oleh seseorang dengan berdasarkan pada ilmu-ilmu psikologi. Psikoterapi ini memiliki ciri-ciri, diantaranya:
1.         Proses: interaksi antara 2 pihak yaitu terapis dan klien/pasien secara formal, profesional, legal, dan etis.
2.       Tujuan : untuk membantu mengatasi masalah atau gangguan kejiwaan atau mental yang dialami klien/pasien dan tujuan tersebut harus disepakati oleh kedua belahpihak.
3.      Tindakan : berdasarkan ilmu (teori-teori), teknik, skill yang formal dan assessment.
Dewasa ini kita telah mengalami kemajuan yang pesat dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dalam bidang psikologi klinis. Psikoterapi yang termasuk dalam cakupan psikologi klinis, sekarang ini mulai bisa dilakukan melalui internet. Psikoterapi yang dilakukan melalui sambungan internet bisa juga kita katakan sebagai terapi online, karena terapi ini bisa dilakukan oleh 2 pihak (terapis dan klien) tanpa harus bertemu secara langsung di satu tempat. Psikoterapi secara online ini bisa dilakukan melalui E-mail, Instant Messaging, Real – Time chat, telepon internet, videoconferencing. Interaksi dalam psikoterapi online ini berlangsung dalam waktu yang fleksibel dan sesuai dengan yang disepakati oleh 2 pihak (terapis dan klien). Psikoterapi secara online memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang akan dibahas di bawah ini.
Setiap hal memiliki 2 sisi, yaitu positif dan negatif, tidak terkecuali pada psikoterapi yang dilakukan secara online. Psikoterapi online memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya :
  • Hemat dan lebih ekonomis, karena terapis dan klien tidak diharuskan untuk bertemu di satu tempat tertentu untuk melakukan terapi.
  • Hemat waktu, karena waktu terapinya fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja.
  • Terdapat rekaman permanen dalam proses konseling
  • Seni mengetik akan membantu individu atau klien untuk merefleksikan pengalamannya
  • Klien dapat mengekspresikan kondisi “sekarang” atau saat klien sedang depresi, klien dapat langsung mengetik dan mengirim tanpa harus menunggu
Kekurangannya :
  • Terapis akan lebih sulit dalam mendiagnosa gangguan yang dialami oleh klien, karena tidak ada interaksi langsung atau bertemu langsung sehingga observasi terhadap kliennya kurang. Informasi yang didapat oleh terapis terbatas pada wawancara tidak langsung.
  • Terapis tidak bisa mengamati secara langsung kondisi klien, bahasa tubuh klien serta mimik muka klien ketika menceritakan masalahnya (kecuali jika melakukan videoconferencing)
  • Kelemahan pada e-counseling ada pada kelanjutan kasus klien. Pada konsultasi face to face kelanjutan pada kasusnya, tergantung pada pemberian alternative solusi dan persetujuan kedua belah pihak mungkin untuk melakukan psikoterapi. Tetapi pada e-counseling, tidak ada kelanjutan kasus.

Image
Dapat disimpulkan bahwa terapi klinis menggunakan internet dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya kesehatan psikologis. Tak hanya lebih efisien dan lebih mudah untuk dilakukan namun terapi klinis dengan menggunakan internet juga memiliki beberapa kelemahan. Namun di balik semua itu kita dapat dapat mengetahui bahwa dengan bertambah pesatnya perkembangan di bidang teknologi dapat membantu dalam perkembangan di dunia psikologi. Semakin bertambah kecanggihan teknologi layanan dalam bidang psikologi klinis juga dapat makin mudah dan juga efisien.
Contoh psikoterapi online adalah:
1. Perangkat lunak ini disebut ELIZA, adalah sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis. Ini adalah contoh pertama dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.
2. E-counseling, adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online. E-counseling yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis, hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan juga disebut sebagai terapi online. Contoh e-counseling adalah ada pada situs psikologi-zone. Konsultasi di internet ini mempermudah pengguna internet untuk memberikan pertanyaan apapun itu. Pengelola situs ini akan menjawab pertanyaan mereka. Biasanya layanan ini bersifat gratis, rahasia, dan tidak mengikat. Tidak seperti konsultasi psikologi secara face to face. Kemudahan layanan e-counseling ini membuat pengguna internet merasa tertolong karena biayanya gratis, tidak seperti yang face to face biayanya yang bisa dibilang mahal dan e-counseling ini menjangkau semua bagian dan kalangan yang pasti yang bias menggunakan internet. Kerahasiaannya pun dijaga sama seperti melakukan konsultasi secara face to face. Bila konsultasi secara face to face biasanya mengikat klien, pada e-counseling ini tidak mengikat klien ataupun pengelola situs. Kelemahan pada e-counseling ada pada kelanjutan kasus klien. Pada konsultasi face to face kelanjutan pada kasusnya, tergantung pada pemberian alternative solusi dan persetujuan kedua belah pihak mungkin untuk melakukan psikoterapi. Tetapi pada e-counseling, tidak ada kelanjutan kasus.
Dari kedua contoh yang disebutkan diatas mungkin belum menjadi hal yang biasa bagi masyarakat karena kurang tersebarnya informasi mengenai psikoterapi via internet tersebut.
Perkembangan zaman akan teknologi internet semakin memudahkan pengguna fasilitas untuk melakukan sesuatu. Bagi para pencari tenaga kerja tidak perlu repot-repot melakukan pertemuan fisik dengan konsultan yang akan melakukan kerjasama untuk mencari kandidat atau sumber daya manusia yang diinginkan kriteria. Keduanya sama-sama diuntungkan dengan menghemat energy, waktu dan biaya. Bahkan mereka tidak perlu repot untuk mengatur jadwal. Sekarang bergamnya fasilitas internet juga memungkinkan melakukan tes psikologi secara online yang terjamin kerahasiaanya.
B. Test Psikologi Online
I.     PENDAHULUAN
Di zaman yang sudah modern ini, kemajuan teknologi telah berkembangan dengan sangat pesat. Hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai aspek kehidupan manusia yang semakin hari semakin bertambah kebutuhannya. Salah satu contoh dari kemajuan teknologi tersebut adalah adanya penggunaan internet. Banyak cara yang dilakukan oleh users dalam memanfaatkan penggunaan internet, diantaranya dengan menggunakan internet dalam mengolah lahan bisnis, dapat menjalin komunikasi melalui sosial media, dapat bermain permainan seperti game online, serta dapat mencari tahu sumber informasi tentang hal apapun yang dapat memperluas wawasan ilmu pengetahuan kita. Tak hanya itu, melalui internet kita juga dapat mengakses tes-tes psikologi/psikotes secara online. Dengan adanya internet ini, memudahkan kita untuk mencari soal-soal psikotes yang dapat membantu kita apabila kita ingin mengikuti suatu tes psikologi untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Di internet ini, tidak hanya terdapat soal-soal psikotes saja tetapi juga terdapat kunci jawabannya. Selain itu, banyak pula yang mempublikasikan tentang “tips and trik” bagaimana mengahadapi psikotes agar hasil yang diperoleh bagus sesuai dengan yang diharapkan.
II. RUMUSAN MASALAH
1.         Apa yang dimaksud dengan tes psikologi online ?
2.       Apa saja dampak negatif dan psotif dari tes psikologi online ?
III.TUJUAN
1.         Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan fenomena tes psikologi online beserta dampak negatif dan positif.

IV.PEMBAHASAN
Pengertian dan Tujuan
Anne Anastasi (1976) mengatakan bahwa tes pada dasarnya adalah suatu pengukuran yang obyektif dan standar terhadap sampel perilaku. Brown (1976) mengatakan bahwa tes adalah suatu prosedur yang sistematis guna mengukur sample perilaku seseorang. Namun Brown menganggap bahwa ciri sistematis tersebut telah mencakup pengertian obyektif, standar, dan syarat-syarat kualitas lainnya.
Definisi yang lebih lengkap dapat dikutipkan langsung dari pendapat Cronbach yang dikemukakan dalam bukunya Essentials of psychological Testing, yaitu: “….a systematic procedure for observing a person’s behavior and describing it with the aid of a numerical scale or a category system” (Cronbach, 1970). 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental.
Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Dampak Positif dan Negatif Tes Psikologi Online
  • Positif :
Ø  Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
Ø  Dapat melakukan wawancara melalui video call, jika interviewee (orang yang diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap muka/bertemu secara langsung.
Ø  Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.
Ø  Dapat menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.
Ø  Dapat dilakukan pertukaran database pelamar dengan perusahaan lain.
  • Negatif :
Ø  Individu akan mengalami resistansi (kebal) atau sudah mengetahui materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.
Ø  Dalam melakukan wawancara secara online, dikhawatirkan individu tidak menampilkan dirinya secara benar, yaitu individu yang diwawancara disorot dengan webcam tetapi yang mengetik jawaban adalah orang lain. Ataupun jika melalui suara, dikhawatirkan akan adanya gangguan atau tidak lancarnya jaringan sehingga video maupun suara yang ada akan patah-patah (jaringan lemot), yang mengakibatkan terganggunya proses wawancara.
Ø  Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima (Dewin, 2010). Dalam hal ini, misalnya lamaran yang diterima melalui email.
Ø  Dengan adanya programmer yang dapat membuat software skoring alat tes psikologi, membuat programmer tersebut dapat melakukan pekerjaan orang-orang psikologi dalam hal skoring hasil.

V. KESIMPULAN
Tes psikologi yang dilakukan secara online maupun tes psikologi yang sudah di unduh dari internet ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya selain hemat biaya, waktu pengerjaannya tidak terbatas, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja sesuka kita, apabila ada yang salah dalam mengerjakan soal dapat kita ulangi kembali, hasil tes cepat keluar tanpa harus menunggu lama.
Selain itu, adapula kerugian dalam mengikuti psikotes online, diantaranya adalah banyak terjadi penipuan yang dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga hasil dari tes psikologi menjadi tidak valid, hasil yang diperoleh setelah menyelesaikan soal psikotes online menjadi tidak akurat karena hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan kemampuan kita karena pada saat pengerjaan tes kita dapat mengulanginya berkali-kali. Dan kerugian yang paling parah adalah alat-alat tes psikologi tidak terjamin kerahasiaannya karena keterbukaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor. Apabila tes psikologi ini bocor dan masyarakat berasumsi bahwa dengan mengikuti psikotes online saja sudah efektif, tentu akan meresahkan lulusan psikologi karena pekerjaan mereka akan terhenti.
Karena tes psikologi secara online ini tidak dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur, karena orang yang mengikuti tes psikologi ini sudah mengetahui apa yang akan ia jawab dalam tes tersebut. Oleh karena itu, kerahasiaan alat-alat tes psikologi harus sangat di jaga. Terutama oleh orang-orang yang bergerak di bidang psikologi agar tes-tes tersebut memiliki daya fungsi yang sesuai dengan apa yang akan di ukur.
Tiga Jenis Psikotes berdasarkan metode tesnya, yaitu:
  • Psikotes menggunakan media grafis (gambar)
Dalam psikotes jenis ini gambar yang dibuat oleh seseorang digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes grafis/gambar adalah Tes Wartegg, Tes DAP (Draw A Person), Tes Baum Tree dan Tes HTP (House Tree Person).
Tes Wartegg
1
  • Psikotes menggunakan kuesioner
Dalam psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap sejumlah soal yang diberikan kepadanya digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes kuisioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Logika, Verbal & Spasial), Tes MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan, Tes Motivasi, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.
Tes Army Alpha
2
  • Psikotes menggunakan wawancara
Dalam psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap pertanyaan yang diajukan secara lisan melalui tatap muka langsung (wawancara/interview) dengan penguji digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya.
Jenis-jenis tes yang diukur melalui psikotes, diantaranya:
  • Tes Intelegensi atau IQ test
Pada tes ini Anda akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan kemampuan intelegensi anda, seperti pemahaman masalah-masalah sehari-hari, logika berfikir, daya abstraksi, kemampuan menyelesaikan permasalahan, strategi berfikir, daya ingat, kemampuan teknis dan hal-hal lain yang terkait dengan fungsi kognitif Anda. Intinya tes ini mengukur segala sesuatu terkait potensi intelegensi Anda dan optimalisasi dari potensi tersebut saat ini.
  • Performance Test
Pada tes ini diberikan dalam deret Angka dimana Anda harus menjumlahkan angka-angka yang ada dalam lembar kerja Anda. Tes ini sering dilakukan terutama dalam setting industri.
  • Personality Test
Dalam setting industri, terdapat dua bentuk tes kepribadian yang digunakan untuk menggali karakteristik individu, yaitu teknik proyektif dan tes inventori. Tes menggambar pohon, menggambar orang atau menggambar dengan bantuan stimulus merupakan contoh tes dengan teknik proyektif yang bertujuan untuk melihat kecenderungan kepribadian Anda seperti kecendrungan Anda melihat diri sendiri dan lingkungan, bagaimana berinteraksi dengan lingkungan, bagaimana menghadapi situasi yang memberikan tekanan, bagaimana merespon permasalahan, konsep diri dan masih banyak hal lain. Selanjutnya materi tes yang berisi pilihan-pilihan dimana Anda diminta memilih pernyataan yang paling Anda sukai adalah bentuk tes inventori. Tes ini juga bertujuan untuk melihat kecenderungan kepribadian seseorang. Penggunaan kedua teknik ini memang akan membuat membuat data dan informasi mengenai seseorang menjadi lebih lengkap dan gambaran orang menjadi lebih utuh. Dari penjelasan diatas tampak bahwa yang diungkap dari tes kepribadian adalah kebiasaan-kebiasaan, bagaimana orang memandang masalah yang sedang ia hadapi, kondisi emosi, pola interaksi baik dengan diri sendiri maupun orang lain atau lingkungan sekitarnya, bagaimana merespon tekanan, motivasi, bahkan dari tes kepribadian ini bisa dilihat juga taraf kecerdasannya.
Tes Psikologi online mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi seleksi.
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa harus bertemu secara langsung.

2.      Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis dari hasil tes psikologi yang dilakukan secara online tersebut. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
3.      Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya hanya dengan melalu tes online tersebut.

Salah satu contoh Tes Psikologi Online
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah instrumen yang mengukur beberapa aspek kecerdasan individu, kepribadian, bakat, dll. MBTI ini dirancang untuk mengukur tipe kepribadian Anda dan merupakan instrumen yang paling banyak digunakan. Telah diperbarui dan divalidasi secara ketat selama lebih dari tujuh puluh tahun. MBTI dapat digunakan untuk personal, relationships, karir dan tim kerja. Bagaimana analisis kekuatan diri Anda, karir yang sesuai, relationships, dan apa formula yang baik untuk pribadi Anda. Hal ini sering digunakan untuk menyeimbangkan kepribadian yang berbeda sehingga mereka dapat membangun pribadi tangguh, menjalin hubungan personal lebih baik atau bekerja lebih efektif.
Tes Kepribadian MBTI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitbewOy-GfqoYD1AONOIF3ZNMNKJjsEb9N7i7Tt4B3aLqdHtwcglDQyRNj6vg49hV0NpcvOEeoW6HxuvMacd4JUfZmXR-X-cux1fnWml9fDvqEGe-RP8mgG1PogPoyfESJAP7tbKMWox0/s320/Mbti-picture.jpg
Berdasarkan tes kepribadian yang paling populer yaitu MBTI. Tes ini merupakan analisis menyeluruh dari kepribadian Anda. Anda akan jauh lebih memahami siapa diri Anda sebagai pribadi dan memaksimalkannya. Apa formula, kekuatan, relationshipsdan juga pilihan karir yang sesuai dengan pribadi Anda.
Tes ini bersifat gratis atau tanpa dipungut biaya. Jalankan tes sesuai dengan diri Anda, bukan berdasarkan kondisi emosi sesaat. Kerjakan pada saat kondisi diri Anda benar-benar nyaman. Tidak ada jawaban benar dan salah di dalam tes ini

Apakah Anda

mudah untuk mengenal, atau
sulit untuk mengenal
Contoh soal diatas adalah tes yang dikembangkan oleh Myers Briggs Types Indicator Adaptasi Professor John Barkai – University of Hawaii at Manoa

Dalam tes psikologi online terdapat beberapa dampak positif dan dampak negatif dari psikologi online, yaitu :
Dampak Negatif

Dampak negatif dari tes psikologi online adalah hasil dari tes psikologi online tidak begitu akurat di bandingkan tes psikologi manual atau tes psikologi tidak online, dan dapat juga menimbulkan penipuan pada tes psikologi online

Dampak positif

Dampak positif dari tes psikologi online adalah dapat mempercepat roses kegiatan tes-tes psikologi termasuk di dalamnya yaitu kegiatan administrative dan kita juga dapat mengikuti berbagai macam tes psikologi secara gratis. 



Contoh web yang menyediakan test psikologi online:

Sumber:



Nama: Amanda Hanifah Nur Hilizza
Kelas: 2PA12
NPM: 10515610

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar