A.
Psikoterapi
Dalam
hal ini dibahas mengenai psikologi klinis dalam internet tetapi dalam bahasan
psikoterapi. Psikoterapi adalah cara untuk menyembuhkan seseorang dalam
menangani masalah dalam kehidupannya. Semakin berkembangnya jaman dan
modernisasi, kini untuk psikoterapi bisa dilakukan lewat internet jadi pasien
bisa melakukan terapi lewat internet.
Layanan terapi konseling
dengan menggunakan internet mulai banyak di mana mana. Layanan ini dianggap
lebih mudah dan lebih simpel dibandingkan harus bertemu langsung dengan
terapis. Istilah dalam penggunaan teknologi dalam melakukan konseling terapi
sering juga disebut sebagai telehealth.
Telehealth tak hanya merujuk pada
teknologi internet saja namun juga pada telepon, email, video, dan lain lain.
Bahkan ada juga layanan konseling terapi yang dapat dilakukan hanya dengan
menggunakan aplikasi pada gadget. Hal ini makin mempermudah kita mendapatkan
layanan konseling terapi. Dengan adanya layanan konseling dengan basis internet
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehata
psikologis. Dengan demikian layanan konseling berbasis internet ini diharapkan
dapat membantu masyarakat untuk mendaptakan layanan konseling lebih mudah, dan
juga lebih efisien dibandingkan harus bertemu dengan terapis secara langsung.
Dalam
hal ini pihak terapis dan pasien tidak bertemu secara langsung atau bertatap
muka secara langsung karena mereka bertemu via internet seperti skype dan
E-mail.
Semakin
pesat perkembangan teknologi, semakin banyak pula orang yang menggunakannya
dengan berbargai tujuan, selain untuk berbisnis, mencari teman, mencari
informasi, saat ini internet juga digunakan untuk melakukan psikoterapi oleh
para psikolog. Sebelum ada fenomena psikoterapi online ini, kita telah bisa
menikmati psikotes online. tes-tes psikologi yang di lakukan secara virtual.
dan semakin berkembang pesatnya teknologi, akhirnya para psikolog mencoba
psikoterapi secara online.
Dalam
dunia akademisi, kita melihat peningkatan minat bersama dengan penelitian di
bidang psikoterapi online. Salah satu sumber yang menarik datang dari seorang
psikolog bernama John Suler, Ph.D. Rider University. Dalam artikelnya tentang
“Masa Depan Psikoterapi Online dan Kerja Klinis” diterbitkan dalam Journal of
Applied Studi psikoanalitik pada tahun 2001, ia memprediksi akan adanaya
spesialis psikoterapi online untuk setiap jenis model klinis online dan format.
Pembahasannya
juga menawarkan model yang baik untuk memahami perkembangan konseling online
untuk saat ini. Dr Suler dimulai dengan diskusi tentang psikoterapi online yang
memanfaatkan email sebagai modus utama interaksi. Dia akhirnya membawa kita ke
tahap berikutnya dalam pengembangan psikoterapi online, yang menggunakan model
yang lebih sinkron (Suatu jenis komunikasi dua arah dengan hampir tidak ada
penundaan waktu, yang memungkinkan peserta untuk merespon secara real time)
seperti terapi chatting mana ada real time interaksi berbasis teks antara klien
dan terapis. Akhirnya, ia berbicara tentang terapi saat ini online menggunakan
format video berbasis sinkron dimana klien dan terapis bicara dan melihat satu
sama lain secara real time melalui Internet.
Praktisi
lebih banyak mengambil mode ini pelayanan serius meskipun beberapa keterbatasan
yang ada. Jika kita melihat fenomena ini dari sudut pandang kesempatan kita
melihat bahwa akan ada permintaan di luar batas wilayah bagi dokter yang merek
sendiri secara efektif dan membangun tingkat kredibilitas tertentu di lapangan.
Hal ini tidak sulit untuk membayangkan skenario individu yang menderita masalah
psikologis tertentu dan / atau unik. Orang ini memilih untuk penelitian masalah
yang dirasakan / gejala di Internet dan menemukan seorang ahli dalam subjek
bahwa dia / dia memilih untuk mencari layanan dari terlepas dari lokasi
profesional. Seorang praktisi yang telah dipasarkan sendiri / dirinya sendiri
secara efektif dan telah memanfaatkan teknologi saat ini untuk menawarkan
sesuatu yang berharga kepada orang lain di luar tradisional tatap muka
psikoterapi akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar itu.
Selain
aplikasi psikologi di jejaring sosial, ada juga aplikasi psikologi berbasis
e-counseling. E-counseling adalah layanan tanya jawab psikologi melalui
internet dalam sebuah situs atau web.
Psikologi
klinis dalam arti sempit tugasnya ialah mempelajari orang-orang abnormal atau
subnormal. Tugas utamanya adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral
suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit”. Sedangkan
dalam cakupan secara luas, “psikologi klinis adalah bidang psikologi yang
membahas dan mempelajari kesulitan-kesulitan serta rintangan-rintangan
emosional pada manusia, tidak memandang apakah ia abnormal atau subnormal”.
(Suprapti Slamet dan Sumarmo Markam. Pengantar
Psikologi Klinis. 2008)
Psikoterapi
merupakan terapi atau proses dalam upaya mengatasi atau menyembuhkan gangguan
kejiwaan atau mental yang dialami oleh seseorang dengan berdasarkan pada
ilmu-ilmu psikologi. Psikoterapi ini memiliki ciri-ciri, diantaranya:
1.
Proses: interaksi antara 2 pihak yaitu
terapis dan klien/pasien secara formal, profesional, legal, dan etis.
2. Tujuan : untuk membantu mengatasi masalah atau gangguan
kejiwaan atau mental yang dialami klien/pasien dan tujuan tersebut harus disepakati
oleh kedua belahpihak.
3. Tindakan : berdasarkan ilmu (teori-teori), teknik, skill
yang formal dan assessment.
Dewasa
ini kita telah mengalami kemajuan yang pesat dalam berbagai bidang, salah
satunya adalah dalam bidang psikologi klinis. Psikoterapi yang termasuk dalam
cakupan psikologi klinis, sekarang ini mulai bisa dilakukan melalui internet.
Psikoterapi yang dilakukan melalui sambungan internet bisa juga kita katakan
sebagai terapi online, karena terapi ini bisa dilakukan oleh 2 pihak (terapis
dan klien) tanpa harus bertemu secara langsung di satu tempat. Psikoterapi
secara online ini bisa dilakukan melalui E-mail, Instant Messaging, Real – Time
chat, telepon internet, videoconferencing. Interaksi dalam psikoterapi online
ini berlangsung dalam waktu yang fleksibel dan sesuai dengan yang disepakati
oleh 2 pihak (terapis dan klien). Psikoterapi secara online memiliki beberapa
kelebihan dan kekurangan yang akan dibahas di bawah ini.
Setiap
hal memiliki 2 sisi, yaitu positif dan negatif, tidak terkecuali pada
psikoterapi yang dilakukan secara online. Psikoterapi online memiliki kelebihan
dan kekurangan.
Kelebihannya
:
- Hemat dan lebih ekonomis, karena terapis dan klien tidak diharuskan untuk bertemu di satu tempat tertentu untuk melakukan terapi.
- Hemat waktu, karena waktu terapinya fleksibel dan bisa dilakukan kapan saja.
- Terdapat rekaman permanen dalam proses konseling
- Seni mengetik akan membantu individu atau klien untuk merefleksikan pengalamannya
- Klien dapat mengekspresikan kondisi “sekarang” atau saat klien sedang depresi, klien dapat langsung mengetik dan mengirim tanpa harus menunggu
Kekurangannya
:
- Terapis akan lebih sulit dalam mendiagnosa gangguan yang dialami oleh klien, karena tidak ada interaksi langsung atau bertemu langsung sehingga observasi terhadap kliennya kurang. Informasi yang didapat oleh terapis terbatas pada wawancara tidak langsung.
- Terapis tidak bisa mengamati secara langsung kondisi klien, bahasa tubuh klien serta mimik muka klien ketika menceritakan masalahnya (kecuali jika melakukan videoconferencing)
- Kelemahan pada e-counseling ada pada kelanjutan kasus klien. Pada konsultasi face to face kelanjutan pada kasusnya, tergantung pada pemberian alternative solusi dan persetujuan kedua belah pihak mungkin untuk melakukan psikoterapi. Tetapi pada e-counseling, tidak ada kelanjutan kasus.
Dapat disimpulkan bahwa
terapi klinis menggunakan internet dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat atas pentingnya kesehatan psikologis. Tak hanya lebih efisien dan
lebih mudah untuk dilakukan namun terapi klinis dengan menggunakan internet
juga memiliki beberapa kelemahan. Namun di balik semua itu kita dapat dapat
mengetahui bahwa dengan bertambah pesatnya perkembangan di bidang teknologi
dapat membantu dalam perkembangan di dunia psikologi. Semakin bertambah kecanggihan
teknologi layanan dalam bidang psikologi klinis juga dapat makin mudah dan juga
efisien.
Contoh
psikoterapi online adalah:
1.
Perangkat lunak ini disebut ELIZA, adalah sebuah program perangkat lunak yang
ditulis oleh Joseph Weizenbaum di 1960 untk meniru komunikasi seorang terapis.
Ini adalah contoh pertama
dari komputer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari
psikoterapi.
2.
E-counseling, adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien
cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.
E-counseling yang sering
dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis, hal ini juga dapat termasuk
chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan
juga disebut sebagai
terapi online. Contoh e-counseling adalah ada pada situs
psikologi-zone. Konsultasi di internet ini mempermudah pengguna internet untuk
memberikan pertanyaan apapun itu. Pengelola situs ini akan menjawab pertanyaan
mereka. Biasanya layanan ini bersifat gratis, rahasia, dan tidak mengikat.
Tidak seperti konsultasi psikologi secara face to face. Kemudahan layanan
e-counseling ini membuat pengguna internet merasa tertolong karena biayanya
gratis, tidak seperti yang face to face biayanya yang bisa dibilang mahal dan
e-counseling ini menjangkau semua bagian dan kalangan yang pasti yang bias
menggunakan internet. Kerahasiaannya pun dijaga sama seperti melakukan
konsultasi secara face to face. Bila konsultasi secara face to face biasanya
mengikat klien, pada e-counseling ini tidak mengikat klien ataupun pengelola
situs. Kelemahan pada e-counseling ada pada kelanjutan kasus klien. Pada
konsultasi face to face kelanjutan pada kasusnya, tergantung pada pemberian
alternative solusi dan persetujuan kedua belah pihak mungkin untuk melakukan psikoterapi.
Tetapi pada e-counseling, tidak ada kelanjutan kasus.
Dari
kedua contoh yang disebutkan diatas mungkin belum menjadi hal yang biasa bagi
masyarakat karena kurang tersebarnya informasi mengenai psikoterapi via
internet tersebut.
Perkembangan zaman akan teknologi internet semakin
memudahkan pengguna fasilitas untuk melakukan sesuatu. Bagi para pencari tenaga
kerja tidak perlu repot-repot melakukan pertemuan fisik dengan konsultan yang
akan melakukan kerjasama untuk mencari kandidat atau sumber daya manusia yang
diinginkan kriteria. Keduanya sama-sama diuntungkan dengan menghemat energy,
waktu dan biaya. Bahkan mereka tidak perlu repot untuk mengatur jadwal.
Sekarang bergamnya fasilitas internet juga memungkinkan melakukan tes psikologi
secara online yang terjamin kerahasiaanya.
B.
Test Psikologi Online
I.
PENDAHULUAN
Di
zaman yang sudah modern ini, kemajuan teknologi telah berkembangan dengan
sangat pesat. Hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai aspek kehidupan
manusia yang semakin hari semakin bertambah kebutuhannya. Salah satu contoh
dari kemajuan teknologi tersebut adalah adanya penggunaan internet. Banyak cara
yang dilakukan oleh users dalam memanfaatkan penggunaan internet, diantaranya
dengan menggunakan internet dalam mengolah lahan bisnis, dapat menjalin
komunikasi melalui sosial media, dapat bermain permainan seperti game online,
serta dapat mencari tahu sumber informasi tentang hal apapun yang dapat
memperluas wawasan ilmu pengetahuan kita. Tak hanya itu, melalui internet kita
juga dapat mengakses tes-tes psikologi/psikotes secara online. Dengan adanya
internet ini, memudahkan kita untuk mencari soal-soal psikotes yang dapat
membantu kita apabila kita ingin mengikuti suatu tes psikologi untuk melamar
pekerjaan di suatu perusahaan. Di internet ini, tidak hanya terdapat soal-soal
psikotes saja tetapi juga terdapat kunci jawabannya. Selain itu, banyak pula
yang mempublikasikan tentang “tips and trik” bagaimana mengahadapi psikotes
agar hasil yang diperoleh bagus sesuai dengan yang diharapkan.
II. RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa yang dimaksud dengan tes psikologi
online ?
2. Apa saja dampak negatif dan psotif dari tes psikologi online
?
III.TUJUAN
1.
Mahasiswa dapat memahami dan
menjelaskan fenomena tes psikologi online beserta dampak negatif dan positif.
IV.PEMBAHASAN
Pengertian dan Tujuan
Anne
Anastasi (1976) mengatakan bahwa tes pada dasarnya adalah suatu pengukuran yang
obyektif dan standar terhadap sampel perilaku. Brown (1976) mengatakan bahwa
tes adalah suatu prosedur yang sistematis guna mengukur sample perilaku
seseorang. Namun Brown menganggap bahwa ciri sistematis tersebut telah mencakup
pengertian obyektif, standar, dan syarat-syarat kualitas lainnya.
Definisi
yang lebih lengkap dapat dikutipkan langsung dari pendapat Cronbach yang
dikemukakan dalam bukunya Essentials of psychological Testing, yaitu: “….a
systematic procedure for observing a person’s behavior and describing it with
the aid of a numerical scale or a category system” (Cronbach, 1970).
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah
mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan
sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental.
Psikotes
adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini
dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang
teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional
seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai
kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang
mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi.
Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui
gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya,
kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan
tersebut. Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ
seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari
integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di
tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Dampak Positif dan Negatif Tes Psikologi Online
- Positif :
Ø
Efisien
dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes
dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat
waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
Ø
Dapat
melakukan wawancara melalui video call, jika interviewee (orang yang
diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap
muka/bertemu secara langsung.
Ø
Dapat
melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes
psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.
Ø
Dapat
menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.
Ø
Dapat
dilakukan pertukaran database pelamar dengan perusahaan lain.
- Negatif :
Ø Individu akan
mengalami resistansi (kebal) atau sudah mengetahui materi tes sehingga
mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi
baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.
Ø Dalam melakukan
wawancara secara online, dikhawatirkan individu tidak menampilkan dirinya
secara benar, yaitu individu yang diwawancara disorot dengan webcam tetapi yang
mengetik jawaban adalah orang lain. Ataupun jika melalui suara, dikhawatirkan
akan adanya gangguan atau tidak lancarnya jaringan sehingga video maupun suara
yang ada akan patah-patah (jaringan lemot), yang mengakibatkan terganggunya
proses wawancara.
Ø Banyaknya informasi
yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam memilah prioritas dan
menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak jarang orang percaya
begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa terlebih dahulu
menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima (Dewin, 2010). Dalam hal
ini, misalnya lamaran yang diterima melalui email.
Ø Dengan adanya
programmer yang dapat membuat software skoring alat tes psikologi, membuat
programmer tersebut dapat melakukan pekerjaan orang-orang psikologi dalam hal
skoring hasil.
V. KESIMPULAN
Tes
psikologi yang dilakukan secara online maupun tes psikologi yang sudah di unduh
dari internet ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya selain hemat biaya,
waktu pengerjaannya tidak terbatas, dapat dilakukan dimana saja dan kapan
saja sesuka kita, apabila ada yang salah dalam mengerjakan soal dapat kita
ulangi kembali, hasil tes cepat keluar tanpa harus menunggu lama.
Selain
itu, adapula kerugian dalam mengikuti psikotes online, diantaranya adalah
banyak terjadi penipuan yang dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak
bertanggungjawab sehingga hasil dari tes psikologi menjadi tidak valid, hasil
yang diperoleh setelah menyelesaikan soal psikotes online menjadi tidak akurat
karena hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan kemampuan kita karena pada saat
pengerjaan tes kita dapat mengulanginya berkali-kali. Dan kerugian yang paling
parah adalah alat-alat tes psikologi tidak terjamin kerahasiaannya karena
keterbukaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga tes
psikologi yang ada akan mudah sekali bocor. Apabila tes psikologi ini bocor dan
masyarakat berasumsi bahwa dengan mengikuti psikotes online saja sudah efektif,
tentu akan meresahkan lulusan psikologi karena pekerjaan mereka akan terhenti.
Karena
tes psikologi secara online ini tidak dapat mengukur apa yang seharusnya di
ukur, karena orang yang mengikuti tes psikologi ini sudah mengetahui apa yang
akan ia jawab dalam tes tersebut. Oleh karena itu, kerahasiaan alat-alat tes
psikologi harus sangat di jaga. Terutama oleh orang-orang yang bergerak di
bidang psikologi agar tes-tes tersebut memiliki daya fungsi yang sesuai dengan
apa yang akan di ukur.
Tiga Jenis
Psikotes berdasarkan metode tesnya, yaitu:
- Psikotes menggunakan media grafis (gambar)
Dalam
psikotes jenis ini gambar yang dibuat oleh seseorang digunakan untuk menilai
kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes grafis/gambar adalah
Tes Wartegg, Tes DAP (Draw A Person), Tes Baum Tree dan Tes HTP (House Tree
Person).
Tes
Wartegg
- Psikotes menggunakan kuesioner
Dalam
psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap sejumlah soal yang
diberikan kepadanya digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan
kepribadiannya. Termasuk psikotes kuisioner adalah Tes Army Alpha, Tes
Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode
dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Logika, Verbal & Spasial), Tes MAPP, Tes
Motivasi Kepemimpinan, Tes Motivasi, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan
(TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.
Tes Army
Alpha
- Psikotes menggunakan wawancara
Dalam
psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap pertanyaan yang diajukan
secara lisan melalui tatap muka langsung (wawancara/interview) dengan penguji
digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya.
Jenis-jenis
tes yang diukur melalui psikotes, diantaranya:
- Tes Intelegensi atau IQ test
Pada
tes ini Anda akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan
kemampuan intelegensi anda, seperti pemahaman masalah-masalah sehari-hari,
logika berfikir, daya abstraksi, kemampuan menyelesaikan permasalahan, strategi
berfikir, daya ingat, kemampuan teknis dan hal-hal lain yang terkait dengan
fungsi kognitif Anda. Intinya tes ini mengukur segala sesuatu terkait potensi
intelegensi Anda dan optimalisasi dari potensi tersebut saat ini.
- Performance Test
Pada
tes ini diberikan dalam deret Angka dimana Anda harus menjumlahkan angka-angka
yang ada dalam lembar kerja Anda. Tes ini sering dilakukan terutama dalam
setting industri.
- Personality Test
Dalam
setting industri, terdapat dua bentuk tes kepribadian yang digunakan untuk
menggali karakteristik individu, yaitu teknik proyektif dan tes inventori. Tes menggambar
pohon, menggambar orang atau menggambar dengan bantuan stimulus merupakan contoh
tes dengan teknik proyektif yang bertujuan untuk melihat kecenderungan
kepribadian Anda seperti kecendrungan Anda melihat diri sendiri dan lingkungan,
bagaimana berinteraksi dengan lingkungan, bagaimana menghadapi situasi yang
memberikan tekanan, bagaimana merespon permasalahan, konsep diri dan masih
banyak hal lain. Selanjutnya materi tes yang berisi pilihan-pilihan dimana Anda
diminta memilih pernyataan yang paling Anda sukai adalah bentuk tes inventori.
Tes ini juga bertujuan untuk melihat kecenderungan kepribadian seseorang.
Penggunaan kedua teknik ini memang akan membuat membuat data dan informasi
mengenai seseorang menjadi lebih lengkap dan gambaran orang menjadi lebih utuh.
Dari penjelasan diatas tampak bahwa yang diungkap dari tes kepribadian adalah
kebiasaan-kebiasaan, bagaimana orang memandang masalah yang sedang ia hadapi,
kondisi emosi, pola interaksi baik dengan diri sendiri maupun orang lain atau
lingkungan sekitarnya, bagaimana merespon tekanan, motivasi, bahkan dari tes
kepribadian ini bisa dilihat juga taraf kecerdasannya.
Tes Psikologi online mempunyai
fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi seleksi.
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika
digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi
yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk
suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan
hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan
calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa
harus bertemu secara langsung.
2. Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok
sejenis dari hasil tes psikologi yang dilakukan secara online tersebut.
Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat
diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
3. Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik
kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya hanya
dengan melalu tes online tersebut.
Salah satu contoh Tes Psikologi
Online
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah
instrumen yang mengukur beberapa aspek kecerdasan individu, kepribadian, bakat,
dll. MBTI ini dirancang untuk mengukur tipe kepribadian Anda dan merupakan
instrumen yang paling banyak digunakan. Telah diperbarui dan divalidasi secara
ketat selama lebih dari tujuh puluh tahun. MBTI dapat digunakan untuk personal,
relationships, karir dan tim kerja. Bagaimana analisis kekuatan diri Anda,
karir yang sesuai, relationships, dan apa formula yang baik untuk
pribadi Anda. Hal ini sering digunakan untuk menyeimbangkan kepribadian yang
berbeda sehingga mereka dapat membangun pribadi tangguh, menjalin hubungan
personal lebih baik atau bekerja lebih efektif.
Tes Kepribadian MBTI
Berdasarkan tes kepribadian yang paling populer yaitu
MBTI. Tes ini merupakan analisis menyeluruh dari kepribadian Anda. Anda akan
jauh lebih memahami siapa diri Anda sebagai pribadi dan memaksimalkannya. Apa
formula, kekuatan, relationshipsdan juga pilihan karir yang sesuai
dengan pribadi Anda.
Tes ini bersifat gratis atau tanpa dipungut biaya. Jalankan
tes sesuai dengan diri Anda, bukan berdasarkan kondisi emosi sesaat. Kerjakan
pada saat kondisi diri Anda benar-benar nyaman. Tidak ada jawaban benar dan
salah di dalam tes ini
Apakah Anda
mudah untuk mengenal, atau
sulit untuk mengenal
Contoh soal diatas adalah tes yang
dikembangkan oleh Myers Briggs Types Indicator Adaptasi Professor John
Barkai – University of Hawaii at Manoa
Dalam tes psikologi online terdapat
beberapa dampak positif dan dampak negatif dari psikologi online, yaitu :
Dampak Negatif
Dampak negatif dari tes psikologi
online adalah hasil dari tes psikologi online tidak begitu akurat di bandingkan
tes psikologi manual atau tes psikologi tidak online, dan dapat juga
menimbulkan penipuan pada tes psikologi online
Dampak positif
Dampak positif dari tes psikologi
online adalah dapat mempercepat roses kegiatan tes-tes psikologi termasuk di
dalamnya yaitu kegiatan administrative dan kita juga dapat mengikuti berbagai
macam tes psikologi secara gratis.
Contoh
web yang menyediakan test psikologi online:
Sumber:
Nama: Amanda Hanifah Nur Hilizza
Kelas: 2PA12
NPM: 10515610





Tidak ada komentar:
Posting Komentar