A.
Global Brain Dan Peran Internet
- Global Brain : Konseptualisasi dari jaringan di seluruh dunia yang dibentuk oleh semua orang di planet ini bersama-sama dengan teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan mereka menjadi cerdas, sistem yang mengatur dirinya sendiri. Semakin internet menjadi lebih cepat, lebih cerdas dan lebih menyeluruh, semakin mengikat kita bersama-sama ke dalam sistem pengolahan informasi tunggal yang berfungsi seperti sistem saraf untuk planet bumi.
- Mediasi : Upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua pihak.
Peran
internet sebagai mediasi yang memungkinkan terbentuknya model atau kondisi:
1.
Consciousness (Alam Sadar)
Consciousness adalah penjelasan teoritis yang
menghubungkan antara bagian kesadaran dalam otak manusia dan fenomena
kesadaran. Kesadaran menurut Sartre bersifa intensional dan tidak dapat di pisahkan
di dunia. Alam sadar (conscious) yang memainkan peran tak berarti dalam
teori psikoanalisis, didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap
saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental
yang bisa langsung kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh
pikiran agar bisa masuk ke alam sadar. Pintu pertama adalah melalui sistem
kesadaran perseptual (perceptual conscious), yaitu terbuka pada dunia
luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari
luar. Sumber kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental
dan mencangkup gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun
gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang
berasal dari alam tidak sadar.
2.
Unconscious (Alam Tak Sadar)
Alam tak sadar adalah daerah kesadaran yang berisi
berbagai ide dan afek yang ditekankan, yang tidak dapat diingat kembali karena
ditahan oleh alam prasadar sebagai sensor. Dalam teori freud alam tidak sadar
bersifat abstrak dan berupa gagasan dan dorongan, tidak seperti alam sadar yang
berhubungan langsung dengan dunia nyata. Namun, tidak berarti alam tidak sadar
tidak dapat berhubungan dngan dunia nyata, seringkali alam tidak sadar kita
mendorong dan mencoba untuk memasuki alam sadar kita dengan mengelabui primary
sensory yang memiliki tugas untuk memfilter hal-hal yang akan di lakukan
oleh alam sadar kita. Alam tidak sadar menyelinap seakan-akan ingatan itu baik
dan berguna jika dilakukan oleh alam sadar kita. Ketika ingatan tersebut masuk
ke alam sadar kita, kita tak lagi mengenali mereka seperti apa adanya, kita
justru melihatnya sebagai pengalaman yang relative menyenangkan dan tak
mengancam.
Ciri-Ciri Alam Tak Sadar
Ciri-Ciri Alam Tak Sadar
- Mengandung ide dan afek yang ditekan
- Hal-hal yang terdapat dalam alam tak sadar tidak dapat diingat kembali
- Apabila mau muncul ke alam sadar harus melewati sensor alam prasadar
- Memiliki prinsip kesenangan dengan tujuan memuaskan keinginan
- Berhubungan erat dengan naluri terutama naluri seksual
3.
Collective Unconsciousness
Merupakan gudang ingatan yang diwariskan dari masa lampau
leluhur seseorang, selain itu collective unconsciousness merupakan bagian dari
psikoanalisi yang dikemukakan oleh Carl Jung, Collective Unconciousness adalah
bagian dari unconscious mind yang terdapat di dalam manusia dan semua bentuk
kehidupan yang memiliki sistem saraf dan menjelaskan seperti apa itu srtuktur
dari psyche secara otomatis mengorganisir berbagai macam pengalaman atau dalam
kata lain sebagai seperangat keyakinan bersama, gagasan dan sikap moral yang
beroperasi sebagai kekuatan pemersatu dalam masyarakat.
Kesimpulan
Berdasarkan
dari penjelasan diatas peran internet dapat berpengaruh sebagai mediasi
terbentuknya alam sadar, alam tak sadar dan collective unconsciousness.
Dikarenakan di alam sadar (consciousness) merupakan tempat dimana
dimulai adanya kesadaran perseptual yang berfungsi sebagai perantara bagi
persepsi dari stimulur luar, lalu gagasan dari persepsi tersebut berubah wujud
dalam bentuk perilaku yang berbentuk mimpi yang terdapat di alam tidak sadar (unconsciousness)
dan juga akan disimpan sebagai ingatan yang berada di Collective
Unconsciousness. Peran internet sebagai mediasi adalah sebagai stimulus
untuk terjadinya persepsi, sehingga peran internet dapat membentuk model atau
kondisi consciousness, unconsciousness dan collective unconsciousness.
B.
Dampak Sosial Dan Interaksi Manusia Dan Internet
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan
diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru
‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya
yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat,
dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup
manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan
hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan
teknologi.
1.
Ketergantungan
Media
komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang
diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat
penggunanya seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya
terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer
sebagai pelepas stress dengan bermain gamesyang ada.
Solusi:
Ketergantungan
dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari
lingkungan dan orang-orang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict
tersebut dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang
ditawarkan oleh komputer. Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan
di luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga, traveling, bersosialisasi
dengan teman, maka akan lebih sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.
2.
Violence and Gore
Kekejaman
dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia
internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam
cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal
yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa
ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan
di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur
kekerasan dan pembunuhan. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa
games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar
dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan
nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki
kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilaku
perilaku agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan
dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru
adegan kekerasan.
Solusi:
Dampak
negatif tersebut dapat diminimalisasi dengan adanya peran serta dari orang tua.
Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet
pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula
mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus
dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada
anak-anaknya. Seperti memasang software yang dirancang khusus untuk melindungi
‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat
memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Mengatur peletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang
keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal
dalam penggunaan komputer.
3.
Pornografi
Anggapan
yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah.
Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun
merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet,
meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya
akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat
gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang
untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan
anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang
kemungkinan besar memilikiketerkaitan dengan anak-anak dan sering mereka
jelajahi.
Solusi:
Solusi
untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan
solusi untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam
hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan
internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti
pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua
harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan
internet pada anak-anaknya.
4. Antisocial Behavior
Salah
satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah
antisocial behavior. Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada
lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna
komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya
yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi
lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan
interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan,
seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan
orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan
menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan
sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.
Solusi:
Antisocial
behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri
akan dampak buruk dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di
luar rumah dengan keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama,
traveling, hang out bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan
bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain
kebutuhannya akan komputer.
Sumber:
Nama: Amanda Hanifah Nur Hilizza
Kelas: 2PA12
NPM: 10515610
Tidak ada komentar:
Posting Komentar