INTERNET
ADDICTION: FAKTOR ETIOLOGI & JENIS-JENIS ADIKSI
Perkembangan internet
saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan aktivitas seperti belajar,
bermain, bekerja dan berkomunikasi. Bagi beberapa orang, mereka dapat duduk di
depan komputer berjam-jam lamanya dan tidak merasa jenuh atau bahkan
menghabiskan waktu seharian penuh bersama komputer. Banyaknya fasilitas yang
tersedia melalui internet membuat beberapa orang menjadi kecanduan karenanya.
1. Pengertian
Seperti halnya adiksi
terhadap zat, adiksi internet dapat diartikan sebagai pemakaian internet secara
terus-menerus hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya.
Istilah kecanduan komputer dan internet (internet and computer addictive)
adalah sebuah konsep kajian yang masih baru dan perlu didiskusikan. Konsep
perilaku kompulsif ini bukanlah bentuk formal seperti halnya bentuk gangguan
(disorder) psikologis lainnya, masih diperlukan penelitian secara lebih
mendalam terhadap perilaku ini. Namun demikian, beberapa laporan menunjukkan
adanya hubungan erat antara perilaku internet kompulsif dengan perilaku
sehari-hari, pekerjaan dan hubungan dengan orang lain.
2. Faktor
etiologi
Dalam Dalam internet
addiction terdapat faktor-faktor etiologis antara lain :
a.
Cognitive Behavioral Model
Kecanduan teknologi
sebagai bagian dari kecanduan perilaku: sebuah internet kecanduan menunjukkan
komponen inti dari kecanduan (salience, mood modifikasi, toleransi, penarikan,
konflik dan kambuh). Dari perspektif ini, pecandu internet ditampilkan kegiatan
salience, sering mengalami perasaan keinginan dan sibuk dengan internet saat
offline. Ia juga menunjukkan bahwa menggunakan internet sebagai cara untuk
menghindari perasaan jengkel, toleransi berkembang Internet untuk mencapai
kepuasan, mengalami penarikan, kapan mengurangi penggunaan intenet, sekaligus
meningkatkan konflik dengan penderitaan orang lain karena aktivitas, dan kambuh
kembali ke internet juga merupakan tanda-tanda kecanduan. Model ini telah
diterapkan pada perilaku seksual, berjalan, konsumsi makanan, dan perjudian
b.
Neuropsychological Model
Seorang individu akan
diklasifikasikan sebagai pecandu internet asalkan memenuhi salah satu dari tiga
kondisi berikut:
1. kita akan menemukan
bahwa lebih mudah untuk mencapai aktualisasi diri secara online daripada di
kehidupan nyata,
2. satu akan mengalami
dysphoria dan tertekan setiap waktu akses ke internet rusak atau fungsi kusut,
3. orang akan mencoba
untuk menyembunyikan penggunaan sejati waktunya dari anggota keluarga
c.
Compensation Theory
Dalam psikologi,
kompensasi adalah strategi dimana satu menutupi, sadar atau tidak sadar,
kelemahan, frustrasi, keinginan, atau perasaan tidak mampu atau ketidakmampuan
dalam satu bidang kehidupan melalui gratifikasi atau (berkendara menuju)
keunggulan di daerah lain. Kompensasi dapat menutupi kekurangan baik nyata atau
khayalan dan inferioritas pribadi atau fisik. Kompensasi positif dapat membantu
seseorang untuk mengatasi kesulitan seseorang. Di sisi lain, kompensasi negatif
tidak, yang menghasilkan perasaan rendah diri diperkuat. Ada dua jenis
kompensasi negatif: overcompensation, ditandai dengan gol keunggulan,
menyebabkan berjuang untuk kekuasaan, dominasi, harga diri, dan
self-devaluasi.Undercompensation, yang mencakup permintaan untuk bantuan,
menyebabkan kurangnya keberanian dan takut untuk hidup
d.
Situational Factor
Faktor situasional
berperan dalam pengembangan kecanduan internet. individu yang merasa kewalahan
atau mengalami masalah pribadi atau mengubah hidup peristiwa yang experince
seperti divorve arecent, relokasi, atau kematian dapat menyerap diri dalam
dunia maya penuh fantasi dan intrik
3. Jenis-jenis
adiksi
Berikut ini adalah tipe
dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction
Termasuk ke dalam
cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif
mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan
dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam
pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship
Addiction
Cyber-relationship
addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara
online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room
dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau
terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub
tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan
online
d. Information Overload
Information overload
mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif
e. Computer Addiction
Salah satu bentuk dari
computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
4. Kriteria-Kriteria Internet Addiction
Kriteria untuk mengetahui
seseorang telah mengalami adiksi terhadap internet diadaptasi dari
kriteria-kriteria ketergantungan zat seperti disebutkan di dalam DSM-IV, yaitu
:
a. Toleransi, yang
ditunjukkan dalam perilaku sebagai berikut :
• Kebutuhan meningkatkan
waktu penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan dan mengurangi efek
keinginan terus-menerus memakai internet
• Secara nyata mengurangi
efek keinginan tersebut dengan melanjutkan pemakaian internet dengan waktu yang
sama terus menerus
b. Withdrawal, yang
termanifestasikan ke dalam salah satu ciri-ciri berikut :
• Kesulitan untuk
menghentikan atau mengurangi pemakaian internet, agitasi psikomotor, kecemasan,
secara obsesif memikirkan tentang apa yang sedang terjadi di internet, fantasi
atau mimpi tentang internet, sengaja atau tidak sengaja menggerakkan jari-jari
seperti gerakan sedang mengetik dengan komputer.
• Pemakaian internet atau
layanan online yang mirip untuk melepaskan diri atau menghindarkan diri dari
simptom-simptom withdrawal.
c. Sering menghabiskan
waktu mengakses internet lebih lama dari yang direncanakan (kehilangan
orientasi waktu).
d. Gagal mewujudkan keinginan
untuk mengurangi atau mengontrol pemakaian internet.
e. Menghabiskan banyak
waktu dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan internet (misalnya membeli
buku-buku tentang internet, mencoba-coba browser WWW baru, dan mengatur
material-material hasil dari download).
f. Terganggunya
kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keluarga, lingkungan, pekerjaan akibat
pemakaian internet.
g. Tetap menggunakan
internet secara berlebihan meskipun sudah memiliki pengetahuan mengenai
dampak-dampak negatif dari pemakaian internet secara berlebihan.
Zsolt Demetrovics, et. al. (2008) mengembangkan kuisioner mengenai internet addiction yang disebut PIUQ (Problematic Internet Use Questionnaire). Faktor-faktor internet dalam kuisioner tersebut terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu:
Zsolt Demetrovics, et. al. (2008) mengembangkan kuisioner mengenai internet addiction yang disebut PIUQ (Problematic Internet Use Questionnaire). Faktor-faktor internet dalam kuisioner tersebut terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu:
a. Keterikatan mental
dengan internet
Yang termasuk dalam
kategori ini antara lain melamun, sering berfantasi tentang internet, menunggu
kesempatan untuk ber-online lagi, di sisi lain, kecemasan, kekhawatiran, dan
depresi karena kurangnya pemakaian internet.
b. Pengabaian aktivitas
sehari-hari dan kebutuhan-kebutuhan dasar
Faktor ini adalah mengenai berkurangnya tingkat kepentingan urusan rumah tangga, pekerjaan, belajar, makan, hubungan sesama, dan aktivitas-aktivitas lain serta pengabaian aktivitas-aktivitas tersebut akibat peningkatan frekuensi pemakaian internet.
Faktor ini adalah mengenai berkurangnya tingkat kepentingan urusan rumah tangga, pekerjaan, belajar, makan, hubungan sesama, dan aktivitas-aktivitas lain serta pengabaian aktivitas-aktivitas tersebut akibat peningkatan frekuensi pemakaian internet.
c. Kesulitan dalam
mengontrol pemakaian internet
Yang termasuk dalam
kategori ini adalah pemakaian internet yang lebih sering dan lebih lama dari
yang sebelumnya direncanakan, disamping ketidakmampuan untuk mengurangi jumlah
pemakaian internet.
SUMBER:
NAMA: Amanda Hanifah Nur Hilizza
KELAS: 2PA12
NPM: 10515610
Tidak ada komentar:
Posting Komentar